Tafsir Ringkas Surat Al-Fatihah

surkati1Oleh: Syekh Al-Allamah Ahmad Surkati al-Anshari (1874-1943 M)

Bab Tafsir Al-Qur’an Al-Karim, dinukil dari kitab yang berjudul  Tawjihul Ikhwan Ila Adabil Qur’an, artinya; “Petunjuk Ikhwan pada peradaban Al-Qur’an”, karya Syekh Ahmad Surkati yang berisi tafsir sebagian ayat-ayat Al-Qur’an.*

 

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm  – “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

Maknanya: kami laksanakan perintah-perintah Allah, di antaranya juga terdapat pujian dan penyucian Dia yang terkandung dalam surat Al-Fatihah. Pengakuan bahwa Dialah sendiri yang bergelar “Rab” atau Allah. Dia sendirian pula penguasa Hari Kiamat atau yang berkuasa pada Hari Perhitungan dan Hari Pembalasan. Dialah yang bersifat pemurah lagi mengasihi.


Kami mengaku; hanya Dia sajalah yang kami sembah, dan kepada Dia sendirilah kami minta pertolongan-Nya. Kami sembah Dia menurut cara atau ibadah yang lurus yang Dia telah ajarkan kepada kami. Atau lebih lugas lagi, kami lakukan itu semua atas nama Zat-Nya yang suci yang bersifat Penyayang dan Pengasih. Kami lakukan itu semua untuk mematuhi titah-Nya serta untuk tunduk hanya kepada-Nya sembari mengharap pertolongan , rahmat dan ridha-Nya.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn  – “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Maknanya: kami mengakui dengan yakin bahwa segala puji itu bagi Allah, bagi Tuhan semesta alam yang disembah dengan benar, penguasa dan pencipta seluruh alam ini dan memberi nikmat kepada seluruh hamba-Nya.

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ar-raḥmānir-raḥīm  – “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

Maknanya: yang bersifat penyayang kepada seluruh makhluk-Nya di dunia dan di akhirat, baik yang am atau yang Khas, ada sebab atau pun tidak

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ

Māliki yaumid-dīn – “Pemilik Hari Pembalasan.”

Berkuasa sendiri, memiliki alam semesta dan mengaturnya. Teristimewa pada Hari Kiamat yaitu Hari Perhitungan, suatu hari yang menunjukkan kelemahan semua yang ada yang dahulunya disangka berkuasa dan juga merupakan hari terlihatnya secara jelas dan nyata makna kekuasaan dan keunggulan sejati.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn  –  “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

Kami hanya menyembah Engkau semata dengan ketulusan dan keikhlasan hati. Kami tidak menyekutukan Engkau dengan yang lain dalam peribadatan kami. Engklau sajalah penolong dalam segala keperluan dan hajat kami dengan tanpa menyertakan yang lain.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm – “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Engkau sajalah tempat kami memohon untuk mendapat petunjuk dan yang memimpin kami pada jalan yang lurus. Atau dengan kata lain, kami senantiasa berdoa semoga Engkau menunjukkan kami sedikit demi sedikit jalan yang menghantarkan pada keberuntungan di dunia dan akhirat.

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ  غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Sirāṭallażīna an’amta ‘alaihim ghairil-maghḍụbi ‘alaihim wa laḍz-ḍzāllīn  –  “(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Wahai Tuhanku! Kepadamulah kami berdoa, dengan segala pengakuan dan penuh keyakinan , bahwa jalan yang lurus (Sirāṭal-mustaqīm) yang kami mohon dibimbingkan, yaitu jalan orang-orang yang oleh-Mu telah diberi nikmat, dari golongan para nabi, siddiqin, mereka yang mati syahid dan orang-orang saleh. Bukan jalan orang-orang yang jauh dari petunjuk, karena tingkah lakunya suka mengurangi dan meremehkan perintah-Mu, maka Engkau murkai mereka sebagaimana bangsa Yahudi. Dan bukan jalan orang-orang tidak lurus, yang gemar melebihi batas kepastian dalam penghormatannya kepada beberapa rasul sehingga mereka menjadi sesat dari jalan yang sempurna, sebagaimana halnya bangsa Nasrani.

 آمين

Âmîn

Maknanya: Terimalah wahai Tuhanku, ibadat dan doa kami yang telah kami laksanakan karena hidayah-Mu , menurut utusan-Mu, tidak kurang dan tidak lebih.

One thought on “Tafsir Ringkas Surat Al-Fatihah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>